Justice League versi Snyder, Lumayan Dibandingkan versi 2017

justice-league-snyder

GETPOST.ID, Hollywood- Saya agak skeptis dengan film-film keluaran DC Comics, terutama tentang superhero yang sudah dikenal sejak lama. Jika ingin dibandingkan dengan Marvel, tentu dalam hal cerita dan eksekusi DC Comics seringnya kedodoran. Kalau menurut saya ini kesalahan memilih sutradara sehingga film tersebut jeblok di bioskop.

Nah Justice League versi Zack Snyder yang disinyalir lebih baik dari versi Joss Whedon membuat penyuka film superhero penasaran. Tak main-main durasinya sangat panjang 4 jam. Penasaran juga seperti apa film sepanjang itu.

Well…Meskipun memang versi Snyder lebih baik tapi sepertinya tidak perlu sepanjang itu. Bayangkan, Snyder menceritakan masing-masing superhero dengan detil mulai dari Batman (Ben Affleck), Wonder Women (Gal Gadod), Superman (Henry Cavill), Cyborg (ray Fisher), Flash (Ezea Miller), dan Aquaman (Jason Momoa). Snyder memperkenalkan mereka sejak awal hingga bergabung dengan superhero lainnya. Rasanya membosankan dan buang waktu. Apalagi masing-masing diceritakan tidak menjadi sebuah kejutan, semuanya datar dan bisa ditebak. Ini seperti hanya sebuah pengulangan saja. Snyder seakan ingin memasukkan semua adegan, tapi justru jadi bumerang.


Ini bermula dari kematian Superman dalam perang melawan Doomsday di film Batman vs Supermen: Dawn of Justice. Teriakan kematian Superman pada perang itu menggema ke seluruh penjuru bumi dan memicu reaksi tiga Mother Box yang telah tertidur lebih dari ratusan ribu tahun lamanya. Mother Box adalah mesin hidup yang tidak dapat dihancurkan yang dijaga ketat oleh ras Amazon, Atlantis dan Cyborg alias Viktor Stone (Ray Fisher). Jika Mother Box bisa dikuasai musuh, bumi ini akan hancur beserta isinya.

Snyder membuat empat bagian dalam film ini, maksud ingin merunut supaya dimengerti penonton tapi menurut saya justru membingungkan. Jadi agak mirip film dokumenter. Tidak pula didukung dengan backsound yang menarik. Tapi paling tidak Snyder memasukkan CGI beberapa di bagian sehingga jadi ada tontonan menghibur.

Bruce Wayne (Ben Affleck) mulai membentuk aliansi pahlawan super dengan mendatangi masing-masing superhero yang awalnya kesulitan dan selalu mendapatkan penolakan. Tak banyak yang menerima tawaran Wayne terutama si Aquaman.

Tapi ketika Mother Box sudah jatuh ke tangan Steppenwolf akhirnya Wayne mampu mengumpulkan semua superhero dan berencana akan menghidupkan Superman untuk membantu memuluskan misi dalam menyelamatkan bumi. Semua superhero itu sudah tidak pede dengan kemampuan masing-masing, itulah alasan Superman dihidupkan kembali. Tapi tak semudah itu teman.

Sama dengan Justice League versi Whedon, Superman justru ngamuk dan menjadi antagonis. Dia menyerang semua orang yang menghalanginya. Tapi cinta memang mengalahkan segalanya. Dia menjadi lemah ketika kekasihnya muncul, Lois Lane. Ini menurut saya kurang klimaksnya. Superman cepat sekali baiknya, kenapa tidak dibuat drama dulu bagaimana Superman berproses terlebih dulu menjadi jahat hingga akhirnya sadar lalu membantu superhero yang lain (sudahlah jadi ngawur).

Dari sini bisa ditebak, bagaimana jalan ceritanya berlangsung. Setelah 3 jam lebih menonton, bagian terbaiknya adalah ketika mereka bersatu dan saling membantu mengalahkan Steppenwolf. Bagaimana Snyder akhirnya mengeluarkan teknik komputer yang jadi enak ditonton sehingga penonton juga naik adrenalinnya.

Permasalahan DC Comics lainnya adalah cerita yang digarap terlalu serius, kurangnya bagian konyol yang bikin penonton tertawa. Selain itu, Dc Comics selalu salah casting dalam memberikan peran, seperti Batman yang diperankan Affleck. Affleck lebih baik menjadi sutradara daripada pemain. Dalam 4 jam durasi film, hanya beberapa adegan Affleck terlihat bagus. Juga pemeran Flash dan Cyborg. Ezea Miller yang berperan sebagai Flash kurang masuk untuk karakter menjadi anak remaja yang cool dan santai. Dari karakter wajahnya yang dingin dengan rahang besar, dia lebih bagus menjadi sosok antagonis ganteng. Sama halnya dengan Viktor Stone sebagai Cyborg. Peranya kurang dapet sebagai manusia ‘rusak’ setengah robot.

Di ending film, Snyder memberikan clue untuk film selanjutnya. Dengan munculnya Lex Luthor, Joker, serta superhero lainnya. Excited? Tunggu saja. Semoga nggak salah sutradara lagi.


Alia F

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :