Hidden Gems, Warung Pecak Pak Sastra BSD Makanan Kampung Khas Betawi

warung-sayur-asem-pak-sastra

GETPOST.ID, Jakarta – Tempat makan unik dan enak banyak diburu oleh pemburu kuliner. Istilahnya yang kini terkenal adalah hidden gems, atau tempat makan kuliner tersembunyi dalam konteks positif. Adalah Warung Pecak Pak Sastra (Atau ada yang menyebut Warung Sayur Asem Pak Sastra) dikenal dengan makanan khas Betawi yang lokasinya tersembunyi dan terpencil.

Lokasinya pas di samping sekolah Cikal Harapan BSD, Jalan Kencana Loka, Blok B9, Rw. Buntu, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15318. Warungnya persis di samping sekolah, ada jembatan untuk melewati kali. Jadi untuk pengunjung harus parkir mobilnya di pinggir jalan. Mulai buka pukul 08.30 pagi hingga 14.00.

Harus melewati jembatan

Warung Pecak Pak Sastra terlihat sangat sederhana, khas kampung. Dengan konsep terbuka dan hanya ada tempat lesehan sederhana, atau meja dan kayu memanjang, khas rumah makan warteg. Pengunjung diberikan kebebasan untuk mengambil makanan sendiri. Lauknya juga khas makanan Betawi, ada orek tempe, tumisan daun pepaya, jengkol, oncom, lalapan, tahu dan tempe goreng, sayur asem dan menjadi andalan adalah ikan pecak. Ikan pecak bisa memilih antara gurame, nila atau lele. Kuahnya terbilang encer, sambel tomat yang dicampur air.

Baca:
6 Tips Agar Bisa Makan Enak di Warung Tuman BSD
Laksa Betawi Asirot, Kuliner Langka di Tengah Kota

Harga terbilang murah. Getpost.id hanya perlu membayar Rp 170 ribu dengan satu ikan pecak gurame, dua ikan nila, satu ikan lele, sayur asem, jengkol, ayam goreng, orek tempe 2 porsi, 2 tahu , 5 tempe, oncom, 3 pisang goreng , serta lalapan. Pisang goreng yang ukurannya terbilang besar hanya Rp 1000. Juga tempe dan tahu. Sedangkan lauk dihitung per porsi Rp 5000.

Read More

Warung Sayur Asem Pak Sastra dibuka sejak 1994 dan lokasinya selalu di sana. Dalam satu hari Pak Sastra hanya memakai 30 kilo ikan dengan jumlah 90 ekor. Sedangkan ayam hanya dibutuhkan 10 ekor saja. “Saya memang asli sini. Alhamdulillah sejak banyak di Youtube semakin banyak yang datang,” kata Bu Sastra.

Yang menarik, warung tersebut masih menggunakan kayu bakar untuk memasak, jadi memberikan rasa serta aroma yang unik.

Alia Fathiyah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :