Umrah di Masa Pandemi, Begini Situasinya

umrah-di-masa-pandemi
Elly Lubis, Dirut PT Usaha Berkah Persada Travel

GETPOST.ID, Mekkah- Pemerintah Arab Saudi telah memberikan izin untuk penerbitan visa bagi jemaah umrah dari Indonesia mulai 1 November 2020. Kebijakan ini kembali diambil setelah sejak 27 Februari 2020, kedatangan jemaah umrah dari luar Saudi ditutup lantaran covid-19.

Ada beberapa persyaratan yang disodorkan Saudi terkait jemaah umrah dari luar salah satunya adalah kriteris usia 18-50 tahun dan harus isolasi selama 3 hari di kamar hotel.

“Untuk keberangkatan umrah kita hanya diminta hasil tes swab, nggak ada tes kesehatan secara pribadi. Itulah sebabnya kriteria usia dibatasi mulai 18 sampai 50 tahun, mungkin di usia itu masih tergolong sehat,” kata Elly Lubis, Dirut PT Usaha Berkah Persada dalam talkshow live Instagram bersama Komunitas sosial Asah Kebaikan dengan tema Umrah di Masa Pandemi, Kamis malam 20 November 2020.

Elly yang biasa disapa Butet Ubepe itu menjadi salah satu jamaah umrah yang bisa berangkat ke tanah suci Mekkah di masa pandemi ini. Menurut Elly, jadwal umrah seharusnya tanggal 1 November 2020, lantaran ada beberapa persyaratan seperti visa, tiket dan hasil swab yang semuanya serba mendadak, alhasil kepergiannya ke tanah suci Mekkah ditunda menjadi 3 November 2020.

“Saya ke Bandara tanggal 1 sambil membawa koper tanpa tahu apakah hasil swab saya negatif , bagaimana soal tiket dan visa. Jadi pada hari pertama itu ada 3 masalah yakni jamaah yang visanya ada tapi tes PCR nya belum keluar atau visa dan PCR nya keluar tapi tiketnya nggak ada. Kalau saya semua persyaratan sudah terpenuhi tapi menjelang 20 menit pesawat akan terbang, jadi sudah nggak bisa naik pesawat,” kata penulis buku Umrah Backpacker ini. “Pokoknya SOP travel sudah nggak kepake,” tawanya.

Talkhow Live Instagram Asah Kebaikan

Menurutnya pada 1 November itu sekitar 300 jemaah Indonesia yang terbang menuju bandara Jeddah. Sedangkan yang diundur sejumlah 80 jamaah yang akhirnya menyusul pada 3 November 2020.

Elly melihat pemerintah Saudi sudah sangat siap dengan protokol kesehatan serta pengaturan jarak bagi jamaah yang ingin beribadah umrah. Proses imigrasi di Bandara yang biasanya menunggu lama, ini terbilang sangat cepat bahkan jamaah langsung mendapatkan bus tanpa harus menunggu lagi yang biasanya menghabiskan waktu hingga 2 jam.

Baca:
Tips Umrah di Masa Pandemi

Hotel
Pemerintah Saudi memerintahkan hotel bintang 5 untuk dipergunakan bagi jamaah lantaran ukurannya lebih luas, serta hanya dua orang dalam satu kamar yang biasanya bisa 4-5 orang. Sesampai di hotel jemaah harus diisolasi selama 3 hari dan dilarang untuk berkeliaran di sekitar hotel atau menunggu teman di lobi hotel.

“Kalau ada ketahuan itu difoto dan dilaporkan kalau jemaah Indonesia,” kata Elly.

Sebelum umrah, kata Elly, jemaah kembali di swab dan ditemukan 2 orang yang positif. Padahal ketika tes swab di bandara kedua jamaah tersebut negatif. “Yang positif ini dipindahkan ke tower yang berbeda dan benar-benar isolasi,” kata wanita yang sudah 17 tahun mengurus travel haji dan umrah ini.

Sebelum melaksanakan ibadah umrah, jemaah harus melakukan miqot yaitu niat haji di tempat yang telah ditentukan. Elly sendiri mengaku sudah melakukan miqot ketika di dalam pesawat yang melewati kawasan Yamlam, yakni tempat jemaah untuk niat umrah. Tapi lantaran masih banyak jemaah yang belum miqot, Elly ikut dengan jemaah lain melakukan miqot di Tam’in. Dalam Islam disebutkan kalau Rasulullah menetapkan 4 tempat miqot di Mekkah untuk jemaah haji dan umrah.

“Karena untuk masuk Masjidil Haram dihitung dari jumlah orang yang ada di dalam bus,” katanya.

Elly berada di Mekkah totalnya selama 10 hari, dan selama delapan hari menghabiskan waktu hanya di dalam kamar hotel. Sedangkan berada di Masjidil Haram hanya bisa 4 jam saja untuk melakukan ibadah umrah. Bahkan Elly dan rombongan tidak bisa ke Madinah. Lantaran sering ditemukan jamaah yang positif, alhasil rombongan Elly tidak bisa ke Madinah dan lebih banyak di dalam kamar hotel.

“Sedangkan rombongan yang tanggal 8 November semuanya negatif dan bisa meluangkan waktu di Masjidil Haram bahkan bisa ke Madinah,” ucapnya.

Situasi Mekkah menurut Elly sangat sepi, jangan bayangkan kota Mekkah seperti di saat normal. Bahkan pertokoan yang biasanya selalu ramai di area Masjidil Haram dan sekitarnya, semuanya harus tutup. Katanya, yang buka hanya barber shop, resto ayam Al Baik dan supermarket Bin Dawood.

Dalam sehari pemerintah Saudi hanya membolehkan sebanyak 10 ribu jamaah untuk melakukan umrah, dan menariknya, hanya warga Indonesia dan Pakistan yang dibolehkan umrah oleh Saudi.

“Mungkin karena warga Indonesia terkenal nurut dan gampang diatur,” ucap founder Komunitas Ayo ke Mekkah ini.

Jemaah Indonesia selanjutnya diperkirakan akan umrah pada 22 November 2020. Sedangkan biaya untuk umrah di masa pandemi masih standar yakni Rp 28-33 juta dengan menggunakan maskapai Saudi dan hotel berbintang lima.

Alia F

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :