2 Kunci Kebahagiaan dari Aa Gym

Aa Gym

GETPOST.ID, Tangerang- Aa Gym mengatakan jika ingin merasakan kebahagiaan adalah dengan fokus dua saja yaitu iman dan amal soleh. Menurut Aa Gym ada orang yang dikasih ilmunya banyak tapi imannya tidak menguatkan sehingga belum merasakan kebahagian. Ibarat mengirim paket salah alamat.

” Jadi jika ingin bahagia fokus ke iman dan amal soleh. Iman itu ilmu. Rukun iman itu ilmu, pemandu amal itu ilmu. Jadi berapa jam sehari ibu-ibu nambah ilmu agama, itu yang menentukan iman dan amal solehnya. Jadi kita belajar itu untuk meningkatkan iman dan amal soleh dunia. Itu saja, dunia mah gak bikin bahagia. Apa ibu punya sepatu baru bahagia? Yang paling gelisah sekarang itu adalah orang yang sepatunya paling bagus, paling mahal, bermerk dan belum lunas,” kata Aa Gym disambut tawa ibu-ibu Majlis Taklim Aisyah, Selasa 13 Februari 2024 di Masjid Darul Islah, BSD City Tangerang.

Read More

Lebih lanjut Aa Gym menjelaskan jika ada orang yang ilmunya dikasih banyak, amalnya juga seperti banyak tapi imannya tidak menguatkan karena salah ilmu, seperti kirim paket tapi salah alamat.

” Apakah ibu-ibu niatnya kesini (kajian) karena ikhlas? Ada niat karena ‘wah ada Aa Gym mau tahu saya, itu namanya ngaji penasaran. Ada yang ke sini karena pusing banyak kerjaan di rumah mending ngaji, itu namanya ngaji kemerdekaaa, atau ada niat ngaji karena baru punya tas baru,” tutur Aa Gym.

Menurut Aa Gym musibah apapun yang menimpamu datang dari dirimu sendiri. Tiada yang bisa menciptakan dan memelihara segala hal yang ada di dunia ini melainkan Allah Ta’ala. Membuka dan menutupkan aib dan dosa-dosa kita, memuliakan dan menghinakan, memaafkan dan mengampuni dosa-dosa hambanya.

Baca:
– Kekayaan dan Popularitas itu Juga Ujian, Begini Tausiyah Umma Oki Setiana Dewi

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an s. An-Nissa: 79 yang artinya:

مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا  ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.” (QS. An-Nisaa: 79)

Tidak ada keburukan dari Allah, keburukan itu datang dari diri sendiri. Allah Ta’ala memberikan hati dan akal agar kita mampu untuk memilih yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Akan tetapi, yang membuat kesulitan ialah kita lebih fokus melihat keburukan orang lain sebagai ancaman bagi kita, daripada keburukan kita sendiri.

READ MORE

Jika kita merasakan hidup lebih sulit dan lebih susah, hati kita lebih sering merasakan tidak bahagia, merasakan lebih banyak orang yang menyakiti kita daripada yang menyukai dan menyayangi kita, maka langkah terbaik yang mesti dilakukan adalah dengan muhasabah atau merenungi diri sendiri.

Sekecil apapun kesalahan dan dosa yang dilakukan, maka segeralah untuk bertaubat, agar Allah melapangkan jalan dalam hidup kita ke arah yang lebih berkah dan baik.

Related posts